Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan

Berbuat Baik pada Sesama Bisa Redakan Stres

Asep Candra | Rabu, 30 Mei 2012 | 11:03 WIB
KOMPAS.com - Berbuat baik kepada orang lain ternyata dapat meningkatkan kualitas kesehatan seseorang dengan cara mengurangi tingkat stres. Dengan berkurangnya level stres, maka akan berdampak positif pada penampilan seseorang secara keseluruhan.

Terapi-terapi untuk Pengobatan Kecanduan Narkoba

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Mengobati kecanduan narkoba memang bukan perkara mudah. Saking beratnya, pecandu bahkan bisa kembali lagi terjerat narkoba meski sudah menjalani terapi. Berbagai terapi pun banyak ditawarkan untuk menghilangkan kebiasaan mengonsumsi barang-barang adiktif tersebut.

Hidrasi Tak Harus Melulu dengan Air

 Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jakarta, Untuk mencegah dehidrasi, biasanya Anda disarankan untuk minum banyak air. Jika Anda berpikir mustahil untuk menenggak 8 gelas air setiap harinya, maka ada kabar gembira untuk Anda. Sebuah jurnal kesehatan publik Australia telah mendobrak mitos perlunya setiap orang minum 8 gelas air setiap hari hanya untuk mencegah dehidrasi.

Pria Muda yang Kurang Tidur, Hormon Seksnya Turun 10-15%

 Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jakarta, Hati-hati buat pria muda yang tidurnya selalu kurang dari 5-6 jam tiap malam. Pria muda yang usianya 20-an sampai 30-an tahun, jika tidurnya selalu kurang akan mengalami penurunan hormon testosteron (hormon seks pria) dengan jumlah yang sama seperti yang terjadi pada proses penuaan selama 10-15 tahun atau 10-15 persen.

Tiga Cangkir Kopi Sehari Perpanjang Usia?


Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 21 Mei 2012 | 08:10 WIB
KOMPAS.com - Ini adalah kabar gembira bagi Anda yang gemar minum kopi. Sebuah penelitian mengindikasikan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari cenderung hidup lebih lama. Bahkan, risiko kematian akibat penyebab paling umum menurun sebesar 10 persen ketimbang mereka yang tidak minum kopi.

Bercinta di Pagi Hari Kemungkinan Hamil Lebih Tinggi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Di pagi hari, kondisi fisik sedang sangat bugar dan kadang-kadang gairah seks juga sedang tinggi-tingginya. Maka tak heran, banyak yang menganggap hubungan seks di pagi hari lebih berpeluang menyebabkan kehamilan. Benarkah demikian?

Darah Tinggi Sering Bikin Lelaki Susah Ereksi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Jakarta, Gangguan ereksi bisa dipicu oleh banyak hal, salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak tertangani. Namun saat hipertensi diobati, gangguan ereksi juga sering muncul sebagai efek samping dari beberapa jenis obat.

Cara Menjaga Mr P Tetap Sehat dan Baik-baik Saja

 Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Sama seperti organ tubuh yang lain, penis pun perlu dijaga kesehatannya. Penis yang sehat akan meningkatkan kualitas kehidupan seksual Anda dan terhindar dari berbagai masalah seksual seperti disfungsi ereksi, PMS dan impotensi.

Berikut 7 hal yang harus Anda perhatikan agar penis Anda sehat seperti dilansir dari menshealth, Rabu (9/5/2012) antara lain:

Vitamin dan Omega 3 Cegah Penyusutan Otak


Bramirus Mikail | Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 29 Desember 2011 | 16:02 WIB
 
KOMPAS.com - Menurut hasil studi terbaru, orang dewasa dengan  tingkat tinggi asam lemak omega-3 dan vitamin B, C, D, dan E di dalam darah, cenderung mempunyai kemampuan berpikir lebih baik dan memiliki volume otak yang lebih besar. Sementara,  individu dengan tingkat tinggi lemak trans dalam darah mereka memiliki kemampuan berpikir yang buruk dan juga berisiko mengalami penyusutan otak.

Pentingnya Asupan Omega 3 Bagi Perokok


Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 24 April 2012 | 15:13 WIB

http://www.daunsirsakku.co.cc
KOMPAS.com - Diet tinggi asam lemak omega-3 ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan khususnya bagi para perokok dalam mengatasi kerusakan pembuluh darah. Demikian hasil riset terbaru yang dilakukan para ilmuwan dari Yunani.
Dalam penelitiannya, para ilmuwan mengkaji sejauhmana perubahan yang dialami peserta studi yang mendapatkan pengobatan oral (yang diberikan dua gram asam lemak omega-3) setiap hari selama empat minggu terhadap kesehatan arteri perokok.

Kanker Paru, Pencuri Kehidupan yang Sulit Dideteksi

Asep Candra | Kompas.com/Kamis, 3 Mei 2012 | 08:01 WIB
Stadium Kanker Paru


Oleh : Atika Walujani Moedjiono
Kanker paru bisa dibilang sebagai pencuri kehidupan. Kanker ini tersembunyi di buli paru. Sulit dilacak. Kalaupun kemudian diketahui, ia sudah meruyak ke bagian lain tubuh dan sudah sulit dibasmi.

Waspadai 5 Gejala Kanker Paru Berikut Ini!


Asep Candra | Kamis, 3 Mei 2012 | 17:49 WIB


KOMPAS.com — Pertumbuhannya memang lambat, tetapi kanker paru menyerang tidak peduli apakah Anda lelaki atau perempuan, pejabat atau rakyat kecil. Kalau tidak berhenti merokok, Anda bakal menderita karenanya.

Tak Terbukti, Radang Gusi Picu Sakit Jantung

Bramirus Mikail | Asep Candra | Kamis, 19 April 2012 | 17:52 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda selama ini pernah mendengar bahwa penyakit gusi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Riset para ilmuwan yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation terbitan American Heart Association (AHA) mengungkapkan, tidak ada bukti meyakinkan yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara penyakit gusi dengan masalah jantung dan pembuluh darah.

Dalam kajiannya, komite dai AHA melakukan tinjauan terhadap 500 artikel jurnal dan riset untuk melihat hubungan antara gusi dan penyakit jantung.  Menurut peneliti, orang-orang yang tidak peduli terhadap kesehatan jantung, biasanya juga cenderung kurang peduli terhadap kesehatan gigi mereka. Penyakit gusi dan panyakit kardiovaskular juga sama-sama dapat menyebabkan tubuh menghasilkan penanda inflamasi/peradangan seperti  protein C-reactive , dan keduanya dapat dipicu oleh faktor risiko yang umum seperti merokok, faktor usia dan diabetes mellitus. Kesamaan faktor risiko inilah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa penyakit pada pembuluh darah dan mulut terjadi secara bergandengan.

Menurut komite AHA, secara biologis memang memungkinkan bahwa infeksi yang disebabkan bakteri pada mulut menjadi pemicu penyakit jantung.  Bakteri mulut bisa masuk ke dalam pembuluh darah pada saat menyikat gigi atau perawatan gigi lainnya. Namun setelah dikaji lebih mendalam, komite AHA menilai riset-riset yang mendukung kuat hubungan antara sakit jantung dan penyakit gusi ini ternyata gagal dalam memperhitungkan faktor-faktor risiko yang umum tersebut.

"Ada banyak kebingungan di luar sana. Pesan yang disampaikan pakar kesehatan bahwa serangan jantung dan stroke secara langsung berhubungan dengan penyakit gusi merupakan mendistorsi fakta, memberi peringatan pada pasien dan bahkan dapat mengalihkan fokus pencegahan dari penyakit jantung dan stroke," kata Peter Lockhart, pakar kesehatan mulut dari Carolina Medical Centre di Charlotte, New Carolina.

"Sebagian besar literatur sangat bertentangan, tetapi jika ada hubungan sebab akibat yang kuat, kita berharap dapat mengetahui itu sekarang," tambahnya.

Menurut peneliti, diperlukan penelitian jangka panjang untuk dapat membuktikan apakah sakit gigi dapat menyebabkan penyakit jantung.

"Yang paling penting adalah membiarkan pasien tahu apa yang kita ketahui sekarang, dan apa yang tidak kita tahu," ungkap Lockhart.

Profesor Nairn Wilson, dari British Dental Association Health and Science Committee mengatakan, "ada banyak penelitian yang menyelidiki kaitan antara penyakit gusi dan berbagai kondisi medis, termasuk penyakit jantung".

"Satu hal yang kita dapat mengatakan dengan pasti adalah bahwa menjaga gigi dan gusi sehat dengan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membatasi makanan manis untuk dan mengunjungi dokter gigi secara teratur membuat kontribusi penting untuk kesehatan mulut dan kesehatan secara keseluruhan," jelasnya.

Menelan Cacing Bisa Mengobati Sakit Paru-paru?

 Putro Agus Harnowo - detikHealth

Jakarta, Cacing bisa hidup dalam tubuh manusia dan memakan nutrisi dari dalam tubuh. Kejadian ini disebut sebagai cacingan dan merugikan tubuh, bahkan bisa berakibat kematian. Namun, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa cacing bisa berguna mengobati penyakit paru-paru dan menyembuhkan luka.

Cacing parasit pada usus telah menginfeksi lebih dari satu miliar manusia di seluruh dunia dan membunuh ratusan juta orang per tahun. Namun, cacing juga bisa memicu kinerja elemen penting dalam sistem kekebalan tubuh yang bertanggung jawab memperbaiki jaringan rusak dan mengurangi peradangan.

"Cacing hidup ini dapat digunakan suatu hari nanti untuk mengobati cedera paru-paru serius yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, seperti pneumonia," kata peneliti, William Gause dari New Jersey Medical School di Newark, New Jersey

Gause dan rekannya mempelajari cacing pada hewan pengerat yang disebut Nippostrongylus brasiliensis. Cacing ini mirip dengan cacing tambang yang menginfeksi lebih dari 700 juta manusia, terutama di negara berkembang. Siklus hidup N. brasiliensis serupa dengan cacing tambang.

Cacing memasuki tubuh inang lewat kulit, biasanya pada kaki, atau melakukan kontak dengan larva cacing dalam tinja yang terdapat dalam lumpur atau air. Larva mengalir dalam sistem peredaran darah ke paru-paru, melewati trakea atau tenggorokan, tertelan di kerongkongan dan kemudian masuk dari lambung ke usus kecil, dimana larva tumbuh menjadi cacing dan menyebarkan jutaan telur.

Organ yang mengalami kerusakan parah akibat ulah cacing ini adalah paru-paru. Dalam proses evolusi, tubuh manusia telah mengembangkan cara yang unik untuk meminimalkan kerusakan yang dilakukan oleh cacing tambang dan sejenisnya.

Tim Gause menemukan protein dalam sistem kekebalan yang disebut sitokin. Protein ini membantu mengusir cacing usus di paru-paru tikus dan juga memicu penyembuhan.

Sitokinin memobilisasi berbagai elemen sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan, membersihkan kuman-kuman menular, sekaligus merangsang protein dan faktor pertumbuhan lain agar cepat memperbaiki jaringan paru-paru yang rusak.

Dalam sebuah laporan penelitian yang dimuat jurnal Nature Medicine, Gause mengatakan bahwa apa yang terjadi pada tubuh tikus akibat N. brasiliensis bisa juga terjadi pada manusia yang terkena cacing parasit. Jika demikian, cacing-cacing ini bisa lebih efektif dalam memicu respon kekebalan tubuh untuk menyembuhkan tubuh dari dalam dibandingkan dengan obat-obatan.

"Cacing meningkatkan respon penyembuhan luka, mencegah peradangan yang berbahaya, dan memperbaiki luka. Mekanisme ini mungkin merupakan hasil evolusi dalam tubuh inang untuk mengurangi efek berbahaya dari kerusakan jaringan yang cukup berbahaya akibat parasit multiseluler yang dapat berpindah lewat organ-organ penting. Dalam hal ini, parasit dapat digunakan untuk mengobati cedera paru-paru akut," kata Gause seperti dilansir LiveScience, Senin (16/1/2012).

Penggunaan cacing atau cacing parasit untuk mengobati gangguan kekebalan tubuh disebut terapi cacing dan bukanlah hal baru. Penelitian mengenai penggunaan cacing hidup untuk mengobati beberapa peradangan dan gangguan autoimun seperti penyakit Crohn sedang dilakukan.

Penelitian ini menggunakan parasit non-manusia, yang paling sering adalah cacing Trichuris suis, sejenis cacing cambuk pada babi.

9 Manfaat Oatmeal yang mengagumkan

KOMPAS.com - Belakangan ini banyak praktisi medis dan ahli gizi mendorong pasien diabetes dan jantung untuk mengonsumsi oatmeal, terutama karena khasiatnya dalam membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal. Selain kandungan serat yang tinggi, oatmeal juga menyediakan magnesium, protein, fosfor dan vitamin B1 (thiamin), yang berperan penting dalam memproduksi energi.

Untuk mengetahui lebih luas apa saja manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari makanan produk gandum ini, berikut adalah penjabarannya seperti dikutip symtomfind:

1. Menurunkan kolesterol
Oatmeal merupakan sumber makanan yang kaya serat larut, yang juga ditemukan pada apel, pir dan prunes. Serat larut dapat menghambat tubuh dalam penyerapan kolesterol LDL, yang biasa dikenal sebagai kolesterol jahat. Satu cangkir dan setengah oatmeal mengandung lebih dari lima gram serat, yang cukup untuk mengurangi tingkat kolesterol Anda.

2. Mengurangi risiko hipertensi
Kandungan serat yang tinggi pada oatmeal tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan terhadap jantung, tetapi juga penurunan risiko tekanan darah tinggi. Sebuah rekomedasi untuk wanita menopause, yang cenderung berisiko mengalami hipertensi, harus makan setidaknya enam porsi oatmeal atau biji-bijian lain setiap minggunya.  Studi menunjukkan bahwa pria dapat bisa mengurangi risiko gagal jantung jika mereka makan satu mangkuk sereal gandum atau oatmeal, per hari.

3. Tinggi antioksidan
Oatmeal mengandung tipe khusus dari antioksidan yang disebut avenanthramide. Antioksidan ini mampu melawan radikal bebas yang menyerang HDL atau dikenal sebagai kolesterol baik. Di samping itu, senyawa ini juga melindungi kolesterol jahat (LDL) dari proses oksidasi, yang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

4. Mencegah pengerasan arteri
Avenanthramides tidak hanya melindungi terhadap penyakit jantung, namun senyawa antioksidan ini juga mampu mencegah arteri dari pengerasan. Avenanthramides bekerja dengan menekan produksi molekul yang memungkinkan untuk mencegah pengerasan dinding arteri. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita menopause yang makan enam porsi serealia utuh seminggu dapat mengurangi risiko berkembangnya aterosklerosis.
Ateroskleorosis adalah kondisi di mana terjadi penumpukan plak di sepanjang lorong-lorong pembuluh darah dan memperlambat perkembangan stenosis, yang menyebabkan lorong-lorong dari arteri menyempit. Manfaat oatmeal bagi kesehatan kardiovaskular akan menjadi lebih besar bila dipasangkan dengan vitamin C.

5. Mencegah perkembangan kanker payudara
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi dalam jumlah tinggi serat memiliki penurunan risiko terkena kanker payudara, terutama jika berasal dari serat gandum. Serat tidak larut dalam serealia utuh akan menyerang karsinogen dan menurunkan kadar estrogen dalam tubuh, sehingga melindungi tubuh dari perkembangan kanker. Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa wanita pra-menopause mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 41 persen hanya dengan makan serat dari biji-bijian atau serealia utuh.

6. Mencegah pengembangan diabetes
Selain kaya serat, oatmeal merupakan sumber magnesium, yang mampu mengatur insulin dan kadar glukosa. Berbagai temuan telah menunjukkan bahwa, selama delapan tahun, perempuan yang makan diet kaya sereal dapat mengurangi risiko diabetes hingga 31 persen. Untuk mendapatkan manfaat optimal, Anda bisa menambahkan susu ke dalam oatmeal. Tambahan dari susu rendah lemak juga dapat menurunkan risiko diabetes.

7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Oatmeal mengandung beberapa jenis serat yang disebut beta-gluten serat. Serat ini mampu melindungi Anda terhadap penyakit jantung dan juga menaikan sistem imunitas. Hal ini membantu sel-sel kekebalan tubuh dalam mencari dan memperbaiki daerah pada bagian tubuh yang terserang infeksi bakteri.

8. Mencegah obesitas


Makan makanan untuk tidak mendapatkan suara berat seperti jenis diet yang sempurna, kan? Karena oatmeal sangat kaya serat, itu akan membuat Anda lebih penuh untuk jangka waktu yang lebih lama. Serat akan meningkatkan viskositas isi perut sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk mengosongkan. Merasa penuh untuk jangka waktu yang lebih lama juga akan mencegah kebutuhan untuk camilan makanan manis atau asin sepanjang hari. Penelitian telah menghubungkan rendahnya risiko obesitas pada anak-anak yang rutin makan oatmeal.

9. Bisa di konsumsi untuk pasien celiac
Dewasa dan anak-anak yang menderita penyakit celiac umumnya tidak dapat mengonsumsi gluten (suatu senyawa protein yang terdapat pada gandum ), namun riset menunjukkan bahwa mereka bisa makan oatmeal meskipun mengandung sedikit gluten. Celiac adalah sindrom malabsoprsi di mana usus tidak mampu menyerap nutrisi makanan.

Kunyit Cegah Kambuhnya Serangan Jantung


Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 18 April 2012 | 06:18 WIB

KOMPAS.com - Kunyit yang selama ini dikenal sebagai rempah-rempah bumbu masakan ternyata memiliki manfaat kesehatan, khususnya bagi pasien jantung. Sebuah riset terbaru di Thailand menunjukkan, ekstrak dari bumbu kunyit, yang dikenal sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, dapat membantu mencegah serangan jantung pada mereka yang telah menjalani operasi bypass.

Selama operasi bypass, otot jantung dapat rusak akibat kurangnya pasokan aliran darah sehingga meningkatkan risiko pasien mendapatkan serangan jantung. Namun, temuan baru yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology, mengindikasikan bahwa kurkumin - pigmen kuning pada kunyit - dapat meringankan risiko tersebut ketika ditambahkan ke terapi pengobatan tradisional.

Wanwarang Wongcharoen, pemimpin studi dari Chiang Mai University, mengatakan, temuan yang dilakukannya masih dalam skala kecil dan harus dikonfirmasi dalam studi yang lebih besar.

Seperti diketahui, ekstrak kunyit telah lama digunakan dalam pengobatan China dan tradisional India. Penelitian menunjukkan peradangan memainkan peran penting dalam pengembangan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.

"Dan kurkumin dapat menghambat proses peradangan tersebut," kata Bharat Aggarwal, yang mempelajari penggunaan kurkumin dalam terapi kanker di MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas.

"Temuan ini sangat menggembirakan," tambahnya, yang tidak terlibat dalam riset tersebut.

Dalam kajiannya, peneliti mempelajari 121 pasien yang tidak dalam kondisi darurat pasca-menjalani operasi bypass di rumah sakit antara tahun 2009 dan 2011.

Setengah dari pasien diberi satu gram kapsul kurkumin sebanyak empat kali dalam sehari. Mereka mengonsumsi kapsul yang diperkaya kurkumin tiga hari sebelum operasi dan berlanjut selama lima hari sesudah operasi. Separuh lainnya mengonsumsi jumlah yang sama dalam bentuk kapsul plasebo.

Hasil penelitian menunjukkan, setelah operasi bypass, sebanyak 13 persen peserta yang tadi mengonsumsi kurkumin mengalami serangan jantung. Sementara peserta yang mengambil plasebo, 30 persen mendapatkan serangan jantung (jumlahnya jauh lebih besar).

Sebelum peserta menjalani operasi jantung, Wongcharoen dan rekan juga menemukan bahwa peserta yang mendapatkan kurkumin memiliki risiko 65 persen lebih rendah terkena serangan jantung. Wongcharoen berpendapat, antioksidan dan anti-peradangan yang terkandung di dalam kurkumin mungkin telah membantu menghambat kerusakan jantung pada pasien.

"Kurkumin sudah lama dipercaya memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan dan mengurangi toksisitas oksigen atau kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas di sejumlah penelitian," sambung Jawahar Mehta, seorang ahli jantung dari University of Arkansas for Medical Sciences di Little Rock, yang tidak terlibat pada studi ini.

"Tapi itu tidak berarti bahwa kunyit bisa menjadi pengganti pengobatan," tambahnya.

Menurut Mehta, beberapa jenis obat-obatan seperti aspirin, statin, dan beta blockers telah terbukti dapat membantu pasien jantung dan bahkan para peserta yang terlibat dalam penelitian ini juga telah menggunakannya.

"Mendapatkan kurkumin dengan jumlah yang pas seperti misalnya dalam masakan mungkin cukup berguna. Tapi saya tidak menyarankan Anda untuk pergi ke toko makanan kesehatan dan mulai mengambil empat gram kurkumin sehari, seperti yang dilakukan dalam penelitian ini," jelas Mehta.