Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Keranjingan TV dan "Game" Ancam Jantung Anak

Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 2 Juni 2012 | 09:13 WIB
KOMPAS.com — Saat ini banyak kita temukan anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain game di laptop, komputer, atau sekadar menonton televisi. Tanpa disadari, aktivitas ini rupanya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan paru-paru anak.

5 Jenis Gangguan Perkembangan pada Anak

Linda Mayasari - detikHealth

Jakarta, Selama masa pertumbuhan, anak akan cenderung mengalami beberapa gangguan yang dapat menghambat perkembangannya. Orang tua harus lebih peka terhadap gangguan yang dialami anaknya agar anak memiliki perilaku dan mental yang baik ketika dewasa.

Berikut 5 hal yang mengganggu perkembangan anak, seperti dilansir dari onlymyhealth, Selasa (29/5/2012) antara lain:

9 Golongan Kepribadian Bayi

Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Bayi telah memiliki kepribadiannya masing-masing semenjak dilahirkan. Tetapi orang tua dapat mengubah kepribadian tersebut menjadi lebih baik lagi dengan cara mengenali kepribadian anaknya sejak bayi.

Para peneliti percaya bahwa setiap anak memiliki seperangkat warisan dari sembilan ciri kepribadian orangtuanya. Oleh karena itu orang tua harus memahami kepribadian anaknya yang telah tampak sejak bayi agar dapat merawat anaknya dengan baik.

Berikut 9 hal yang dapat dijadikan patokan kepribadian bayi Anda dan cara untuk menanganinya, seperti dilansir dari parenting, Senin (28/5/2012) antara lain:

Obesitas pada Anak Bisa Picu Kebutaan


Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 29 Mei 2012 | 10:04 WIB
KOMPAS.com — Satu lagi ancaman serius bagi anak-anak dengan obesitas. Sebuah penelitian terbaru di Amerika mengindikasikan, beberapa anak yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko peningkatan masalah pada otak yang dapat menimbulkan kebutaan.

Kondisi ini disebut oleh peneliti sebagai hipertensi intrakranial idiopatik (IIH) atau juga disebut pseudotumor cerebri—yang sangat rentan terjadi pada anak perempuan berkulit putih.

Kunci Anak Sehat: Banyak Teman

 Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jakarta, Beruntunglah jika anak Anda memiliki banyak teman. Selain hal itu berarti anak Anda memiliki kepribadian yang baik, itu akan mencegahnya mengalami obesitas dan menjadi anak yang lebih sehat dan aktif. Sebuah studi di Amerika Serikat pun telah membuktikannya. Anak-anak tampaknya akan menjadi lebih aktif jika bergaul dengan anak-anak aktif, begitu juga sebaliknya.

Ini yang Bikin Bayi Berisiko Kena Flu

 Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jakarta, Tubuh bayi memang masih dalam masa pertumbuhan sehingga rentan terserang berbagai penyakit. Bahkan sebuah studi menemukan bahwa bayi terlahir dengan risiko terkena flu sejak tahun pertama kehidupannya.

"Infeksi pernafasan akibat virus sudah biasa terjadi pada masa kanak-kanak," ujar peneliti Dr. Kaharu Sumino, asisten profesor kedokteran di Washington University School of Medicine, St. Louis seperti dilansir dari Health24, Senin (28/5/2012).

Belajar Musik Bikin Bayi Cerdas


Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 11 Mei 2012 | 10:27 WIB
KOMPAS.com - Sebuah riset kembali menemukan manfaat musik bagi perkembangan otak bayi. Kajian para ilmuwan dari McMaster University mengindikasikan, melatih anak sejak dini bermain musik dapat memberikan manfaat, bahkan sebelum mereka dapat berjalan atau bicara.

Manfaat Dongeng untuk Anak


Christina Andhika Setyanti | Dini | Selasa, 15 Mei 2012 | 14:18 WIB
 
KOMPAS.com -  Kesibukan menjadi salah satu alasan kurangnya waktu orangtua untuk anak-anaknya. Sebuah survei yang dilakukan pada 500 anak usia 3-8 tahun di Inggris mengungkapkan, hampir 2/3 anak yang disurvei menginginkan orangtuanya meluangkan waktu untuk membacakan cerita sebelum mereka tidur, terutama oleh sang ibu.

Stres Saat Kehamilan Membahayakan Bayi

                                      shutterstock
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 2 Mei 2012 | 07:52 WIB
KOMPAS.com - Stres yang dialami ibu selama trimester pertama kehamilan dapat menyebabkan kekurangan zat besi pada bayi baru lahir, sehingga menempatkan bayi pada risiko keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Demikian hasil studi terbaru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Pediatric Academic Societies (PAS) pada 29 April 2012.

BAB Sering pada Bayi Belum Tentu Diare

Bramirus Mikail | Asep Candra | Kamis, 19 April 2012 | 10:51 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com -  Diare masih menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada anak balita di Indonesia. Namun perlu dipahami bahwa tidak semua masalah buang air besar yang terjadi pada bayi diakibatkan diare, terutama pada anak berumur di bawah satu bulan.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Badriul Hegar Sp.A (K), saat seminar media di Jakarta, Rabu (18/4/2012), mengungkapkan pada anak berusia di bawah satu bulan, masalah sering buang air besar adalah hal yang wajar dan sering terjadi terutama pada bayi baru lahir.

"Bayi baru lahir bisa BAB 8-10 kali sehari. Pada bayi berumur di bawah 1 bulan hal ini wajar dan belum tentu diare," ucapnya saat ditemui di Kantor IDAI.

Badriul menjelaskan, pada bayi berumur di bawah satu bulan, umumnya enzim laktase yang ada pada permukaan usus halus belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna. Biasanya, enzim tersebut akan lengkap setelah bayi  mencapai usia lebih dari satu bulan.

Artinya, ketika bayi itu minum air susu ibu (ASI) atau pun susu formula yang kadar laktosenya tinggi, sebagian di antaranya tidak dapat dihidrolisis (dipecah). Akibatnya, enzim akan menarik cairan yang ada di dalam sel.

"Orang tua sering membawa anak mereka ke dokter dan mengira diare, padahal ini fisiologis pada bayi-bayi baru lahir," ungkap Badriul.

Lebih lanjut Badriul menerangkan, kasus diare pada anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh infeksi rotavirus yang kasusnya mencapai sekitar 84 persen dan 16 persen sisanya disebabkan oleh bakteri. Dalam kondisi lingkungan yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya akan sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari, dan paling lama satu minggu.  Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa apabila dibiarkan tanpa perawatan.

Badriul mengimbau, mengingat tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Beberapa literatur menemukan, membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare.

Mual Saat Hamil Dapat Dicegah

Bramirus Mikail | Asep Candra | Kamis, 19 April 2012 | 16:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir sebagian besar wanita hamil pernah mengalami mual atau muntah, terutama selama trimester pertama kehamilan. Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, hal ini sesungguhnya bisa dicegah dengan menjaga asupan makanan dan mengonsumsi suplemen vitamin tertentu.
Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K) mengatakan, faktor perubahan hormon, buruknya nutrisi dan rendahnya kadar vitamin B-6 dalam tubuh diduga memiliki kontribusi dalam memicu rasa mual atau muntah pada ibu hamil.

Ia menjelaskan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa agar ibu hamil tidak mengalami hiperemesis (muntah), sebelum hamil sebaiknya terlebih dahulu mengonsumsi suplemen vitamin B-6.
"Paling gampang minum B kompleks. Misalnya, 3-4 bulan sebelum hamil," katanya, saat acara peluncuran SGM Bunda Presinutri, Kamis, (19/4/2012), di Jakarta.

Menurut Noroyono, pada beberapa kasus hiperemesis biasanya tidak diperlukan pengobatan. Asalkan si calon ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik dan benar, gejala mual atau muntah tidak akan muncul.

Lebih lanjut dia menambahkan, ada sekitar 18-22 persen ibu hamil yang sama sekali tidak mengalami mual atau muntah. "Pas kita ukur ternyata kadar B-6 dalam darah lebih dari 222 nanogram. Orang yang mual atau muntah rata-rata kadar B-6 cuma 77 nanogram," jelasnya.

Hiperemesis adalah suatu keadaan pada awal kehamilan yang ditandai dengan rasa mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu relatif lama. Keadaan ini bila tidak diatasi, dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan.