Bramirus Mikail |
Asep Candra |
Kamis, 19 April 2012 | 10:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Diare masih menjadi penyebab
kematian terbesar kedua pada anak balita di Indonesia. Namun perlu
dipahami bahwa tidak semua masalah buang air besar yang terjadi pada
bayi diakibatkan diare, terutama pada anak berumur di bawah satu bulan.
Ketua
Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Badriul Hegar Sp.A (K),
saat seminar media di Jakarta, Rabu (18/4/2012), mengungkapkan pada
anak berusia di bawah satu bulan, masalah sering buang air besar adalah
hal yang wajar dan sering terjadi terutama pada bayi baru lahir.
"Bayi
baru lahir bisa BAB 8-10 kali sehari. Pada bayi berumur di bawah 1
bulan hal ini wajar dan belum tentu diare," ucapnya saat ditemui di
Kantor IDAI.
Badriul menjelaskan, pada bayi berumur di bawah
satu bulan, umumnya enzim laktase yang ada pada permukaan usus halus
belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna. Biasanya, enzim tersebut
akan lengkap setelah bayi mencapai usia lebih dari satu bulan.
Artinya,
ketika bayi itu minum air susu ibu (ASI) atau pun susu formula yang
kadar laktosenya tinggi, sebagian di antaranya tidak dapat dihidrolisis
(dipecah). Akibatnya, enzim akan menarik cairan yang ada di dalam sel.
"Orang
tua sering membawa anak mereka ke dokter dan mengira diare, padahal ini
fisiologis pada bayi-bayi baru lahir," ungkap Badriul.
Lebih
lanjut Badriul menerangkan, kasus diare pada anak di bawah usia 5 tahun
di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh infeksi rotavirus yang kasusnya
mencapai sekitar 84 persen dan 16 persen sisanya disebabkan oleh
bakteri. Dalam kondisi lingkungan yang bersih dan dengan makanan
mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya akan sembuh dari
infeksi virus umum dalam beberapa hari, dan paling lama satu minggu.
Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat
menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa apabila
dibiarkan tanpa perawatan.
Badriul mengimbau, mengingat tangan
merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak
langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci
tangan dengan sabun. Beberapa literatur menemukan, membiasakan mencuci
tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada
diare.