Evy Rachmawati | Marcus Suprihadi |
Rabu, 4 April 2012 | 22:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia
membelanjakan hampir 19 miliar dollar AS untuk subsidi bahan bakar
minyak pada tahun 2011. Namun, subsidi bahan bakar itu lebih
menguntungkan rumah tangga kaya daripada mereka yang miskin.Padahal, masa depan pertumbuhan dan pembangunan Indonesia tergantung pada kemajuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas belanja publik.
"Belanja yang efektif untuk infrastruktur dan pendidikan, serta upaya memperbaiki iklim bisnis akan dapat mendorong rata-rata pertumbuhan Indonesia mencapai 7 persen atau bahkan lebih tinggi," kata ekonom utama Bank Dunia, Shubham Chaudhurl, Rabu (4/4/2012) di Jakarta.
Sekitar 40 persen dari manfaat langsung subsidi BBM dinikmati 10 persen rumah tangga terkaya. Hal ini menunjukkan perlunya pengalihan belanja ini untuk kebutuhan pembangunan yang lebih mendesak, yakni meningkatkan mutu pendidikan, jaring pengaman sosial, memperbaiki infrastruktur, dan area lain yang dapat merangsang pertumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar